Langsung ke konten utama

Tukar Takdir: Di Antara Sisa Reruntuhan dan Rasa Bersalah

Sinopsis Tukar Takdir Penerbangan Jakarta Airways 79 hilang kontak dan ketika ditemukan, Rawa (Nicholas Saputra) adalah satu-satunya penumpang yang selamat membawa pulang luka-luka dan trauma. Selain menjadi saksi dalam investigasi jatuhnya pesawat, Rawa juga menjadi penyambung duka maupun amarah putri tunggal dari pilot, Zahra (Adhisty Zara) dan istri penumpang yang bertukar tempat duduk dengannya, Dita (Marsha Timothy). Review Pribadi Reuni Mouly Surya bersama Nicholas Saputra dan Marsha Timothy akhirnya terwujud lewat Tukar Takdir. Kolaborasi ini menarik sejak awal, terlebih karena filmnya mengusung genre petaka yang jarang digarap dalam perfilman lokal. Premis ceritanya sederhana, namun di tangan Mouly Surya, eksekusinya terasa matang. Alur yang rapi dan pendekatan naratif yang tenang tetapi menghantam emosi penonton, membuat kisahnya hidup. Film ini menggarisbawahi satu pesan penting: setiap orang memiliki cara berbeda dalam menghadapi tragedi dan menerima kehilangan, sejalan deng...

Sore: Istri dari Masa Depan, Kisah Cinta yang Menembus Batas Waktu

Sore: Istri dari Masa Depan, Kisah Cinta yang Menembus Batas Waktu

Sinopsis Sore: Istri dari Masa Depan

Jonathan, seorang fotografer idealis asal Indonesia yang tinggal di Kroasia, hidup menyendiri dengan kebiasaan buruk—minum-minuman keras, merokok, dan sering begadang. 

Suatu pagi, muncul seorang perempuan misterius bernama Sore, yang mengaku sebagai istrinya dari masa depan. Kehadirannya awalnya disambut dengan skeptis oleh Jonathan. 

Sore datang dengan misi penting: menyelamatkan Jonathan dari masa depan buruk yang menantinya—disebut-sebut bahwa Jonathan bakal meninggal akibat serangan jantung. 

Untuk mencegah hal itu, Sore perlahan membenahi gaya hidup Jonathan, mulai dari membuang alkohol dan rokok, mengatur pola tidur dan makanan, mengajak berolahraga (lari pagi). Sore pun menunjukkan pengorbanan fisik akibat perjalanan waktu: seperti mimisan hingga pingsan. 

Ceritanya berkembang sebagai sebuah perjalanan emosional yang intens. Jonathan digiring untuk menghadapi realitas, tentang masa depan, pilihan hidup, dan cinta waktu.

Review Pribadi

Dengan tulus saya sampaikan, Sore adalah film Indo terbaik yg pernah saya tonton. Tidak hanya tahun ini, tapi salah satu yang paling membekas sepanjang masa. Jarang sekali merasakan campuran emosi seperti ini setelah menonton film—keluar dari bioskop dengan hati yang hangat, ada rasa kehilangan, tapi ikhlas. Duh, gimana ya.

Percaya dengan semua hype dan ulasan tentang film ini. Kalaupun nantinya ada yang bilang overrated, udah biarin aja. Tapi bagi saya pribadi, film ini sangat layak mendapat semua pujian yang beredar.

Secara visual, film ini tampil sederhana namun begitu estetik. Setting-nya minimalis, tapi setiap frame terasa seperti lukisan yang menyampaikan makna. Warna-warnanya lembut, pencahayaannya hangat, semuanya ditata dengan apik.

Alur ceritanya mengalir dengan baik. Plotnya rapi, karakter-karakternya dibangun dengan kuat, dan pacing film ini terasa pas—2jam berlalu tanpa terasa, meninggalkan kesan mendalam.

Penampilan Sheila dan Dion tanpa cela. Akting mereka terasa natural, chemistry-nya hidup . Aktor pendukungnya pun tampil solid (ex. Marko yg menghadirkan humor segar namun tetap pas porsinya).

Dari sisi audio, baik scoring, original soundtrack, maupun momen-momen sunyinya berpadu dengan sangat harmonis. Bahkan keheningan dalam beberapa adegan terasa jauh lebih berisik di hati. Film ini mengingatkan bahwa kekuatan cerita, kejujuran emosi, dan detail kecil yang diracik dengan hati bisa jauh lebih menyentuh daripada sekadar plot twist yang sensasional.

Saya jadi berpikir, kapan terakhir kali kita benar-benar “diam” setelah menonton film? Bukan karena bingung, tapi karena hati masih sibuk mencerna makna-makna yang ditinggalkan. Sore bukan film yang selesai ketika kredit bergulir—justru di situlah kontemplasinya dimulai.

Terima kasih, Yandy Laurens dan seluruh tim produksi, yang telah menghadirkan karya sehangat ini. Ini bukan film tentang masa depan, tapi pengingat untuk kita agar hadir di masa sekarang. Terakhir, hanya ingin titip pesan: Mas Yandy, semoga suatu saat Wan An bisa dikembangkan jadi cerita yang lebih panjang.

Rating: 10/10

Review by Irfanharr

Follow akun Instagram Seenema id untuk berbagai review film bagus lainnya!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Secrets We Keep: Misteri Hilangnya Au Pair yang Mengungkap Luka Sosial

Sinopsis Secrets We Keep Di sebuah kawasan elit di pinggiran Kopenhagen, hampir setiap keluarga mempekerjakan au pair asal Filipina. Cecilie (Marie Bach Hansen), seorang eksekutif sukses, hidup bersama suaminya Mike (Simon Sears) dan anak-anak mereka, dibantu oleh Angel (Excel Busano), au pair mereka yang setia. Kehidupan mereka yang tampak sempurna terguncang ketika Ruby (Donna Levkovski), sahabat Angel yang juga bekerja sebagai au pair untuk tetangga mereka, Rasmus (Lars Ranthe) dan Katarina (Danica Curcic), tiba-tiba menghilang tanpa jejak. Cecilie merasa bersalah karena sebelumnya menolak permintaan bantuan Ruby yang ingin meninggalkan rumah majikannya. Bersama Angel dan detektif Aicha (Sara Fanta Traore), Cecilie mulai menyelidiki hilangnya Ruby. Penyelidikan ini membuka tabir rahasia kelam di balik kehidupan mewah komunitas mereka, termasuk eksploitasi, kekerasan seksual, dan penyalahgunaan kekuasaan. Review Pribadi Berjudul asli Reservatet, mini series Netflix dari Denmark ini t...

Dendam Malam Kelam: Adaptasi Film The Body Versi Indonesia

Sinopsis Dendam Malam Kelam Jefri (Arya Saloka), seorang dosen yang tiba-tiba diangkat menjadi direktur di perusahaan milik keluarga istrinya, Sofia (Marissa Anita), diam-diam menjalin hubungan terlarang dengan mahasiswinya, Sarah (Davina Karamoy). Demi melanggengkan hubungan gelap mereka, Jefri dan Sarah merencanakan pembunuhan terhadap Sofia. Setelah Sofia tewas, keduanya menyusun alibi untuk menghindari kecurigaan. Namun, situasi berubah ketika jasad Sofia tiba-tiba menghilang dari kamar mayat sebelum proses autopsi. Penyidik kepolisian Arya Pradana (Bront Palarae) ditugaskan untuk menyelidiki kasus ini. Seiring penyelidikan berjalan, berbagai misteri mulai terungkap, dan hubungan Jefri dan Sarah mulai retak akibat rasa bersalah dan kecurigaan. Pertanyaan pun muncul: apakah Sofia benar-benar meninggal, ataukah ada kekuatan lain yang bermain? Review Pribadi Film ini merupakan remake dari film Spanyol berjudul The Body (El Cuerpo), karya sutradara dan penulis naskah brilian Oriol Paul...