Langsung ke konten utama

Sore: Istri dari Masa Depan, Kisah Cinta yang Menembus Batas Waktu

Sinopsis Sore: Istri dari Masa Depan Jonathan, seorang fotografer idealis asal Indonesia yang tinggal di Kroasia, hidup menyendiri dengan kebiasaan buruk—minum-minuman keras, merokok, dan sering begadang.  Suatu pagi, muncul seorang perempuan misterius bernama Sore, yang mengaku sebagai istrinya dari masa depan. Kehadirannya awalnya disambut dengan skeptis oleh Jonathan.  Sore datang dengan misi penting: menyelamatkan Jonathan dari masa depan buruk yang menantinya—disebut-sebut bahwa Jonathan bakal meninggal akibat serangan jantung.  Untuk mencegah hal itu, Sore perlahan membenahi gaya hidup Jonathan, mulai dari membuang alkohol dan rokok, mengatur pola tidur dan makanan, mengajak berolahraga (lari pagi). Sore pun menunjukkan pengorbanan fisik akibat perjalanan waktu: seperti mimisan hingga pingsan.  Ceritanya berkembang sebagai sebuah perjalanan emosional yang intens. Jonathan digiring untuk menghadapi realitas, tentang masa depan, pilihan hidup, dan cinta waktu. Re...

Pengepungan di Bukit Duri: Dari Sekolah Rusuh ke Kritik Sosial yang Menohok

Pengepungan di Bukit Duri: Dari Sekolah Rusuh ke Kritik Sosial yang Menohok

 Sinopsis Pengepungan di Bukit Duri

Film ini berlatar tahun 2027, saat Indonesia dilanda kerusuhan sosial yang parah. Edwin, seorang guru pengganti, ditugaskan mengajar di SMA Bukit Duri, sekolah yang dikenal dengan siswa-siswa bermasalah. Namun, tujuan utamanya bukan sekadar mengajar; ia mencari keponakannya yang hilang, sebagai janji kepada kakaknya yang telah meninggal .

SMA Bukit Duri bukan sekolah biasa. Kekerasan dan intimidasi adalah hal sehari-hari di sana. Edwin harus menghadapi murid-murid yang brutal, termasuk Jefri, pemimpin geng yang sadis dan rasis . Situasi semakin memburuk ketika kerusuhan melanda kota, dan Edwin bersama beberapa guru lainnya terjebak di dalam sekolah, dikepung oleh murid-murid yang mengancam nyawa mereka .

Film ini tidak hanya menyajikan aksi menegangkan, tetapi juga mengangkat isu sosial seperti diskriminasi, kekerasan di sekolah, dan ketidakadilan sistemik. Melalui cerita yang intens, penonton diajak merenungkan kondisi masyarakat dan pentingnya persatuan .

Review Pribadi

Joko Anwar membawa penonton ke tahun 2027, masa depan yang tidak terlalu jauh, saat negara berada di titik rawan akibat diskriminasi dan kebencian yang semakin meluas. Di tengah kekacauan sosial ini, hadir Edwin (Morgan Oey), seorang guru pengganti yang ditugaskan di SMA Duri—sekolah bagi anak-anak bermasalah. Namun misi Edwin jauh lebih personal: mencari keponakannya yang hilang sebagai bentuk menepati janji kepada kakaknya yang telah tiada.

Film ini dengan berani membongkar “luka lama” bangsa—isu SARA, represi, dan kekerasan kolektif yang masih terasa relevan hingga kini. Meski plot ceritanya terbilang "lebih ringan" dibanding karya Joko sebelumnya, babak ketiganya justru jadi salah satu yang paling memuaskan secara teknis dan naratif.

Penampilan Morgan Oey dan Omara Esteghlal patut diacungi jempol. Keduanya secara apik membangun intensitas yang kuat, karakter yang secara fisik tampil strong nan gahar, namun menyimpan luka yang paling sakit. Sementara para ensemble cast lain ikut menghidupkan atmosfer mencekam SMA Duri, dan ya, suasana fun di Bar Wijaya. Secara teknis, film ini unggul dalam sinematografi, scoring, dan detail visual yang memperkuat pesan-pesannya.

Sebenarnya, ada kelemahan pada penyampaian latar belakang beberapa karakter yang terasa masih menggantung. Joko tampak terlalu yakin bahwa penontonnya sudah familiar dengan gaya sinemanya, sehingga “penonton baru” bisa saja kebingungan memahami keseluruhan konteks.

Film ini bukan film horor, tapi sensasinya lebih horor—karena ia memaparkan ketakutan yang nyata: kegagalan sistem, kekerasan dalam menyelesaikan, serta sejarah asli yang tak kunjung sembuh. Pengepungan di Bukit Duri bukan sekadar tontonan, tapi peringatan penting yang menggigit.

Perlu diperhatikan, film ini memuat tema-tema sensitif yang bisa sangat triggering. Film ini tidak memberikan jarak yang nyaman antara realitas dan fiksi, oleh karena itu, diperlukan pertimbangan matang sebelum menontonnya.

Rating: 8,5/10

Review by Irfanharr

Baca juga: Strange Darling: Kisah Perburuan dengan Alur Nonlinear

Follow akun Instagram Seenema id untuk berbagai review film bagus lainnya!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Secrets We Keep: Misteri Hilangnya Au Pair yang Mengungkap Luka Sosial

Sinopsis Secrets We Keep Di sebuah kawasan elit di pinggiran Kopenhagen, hampir setiap keluarga mempekerjakan au pair asal Filipina. Cecilie (Marie Bach Hansen), seorang eksekutif sukses, hidup bersama suaminya Mike (Simon Sears) dan anak-anak mereka, dibantu oleh Angel (Excel Busano), au pair mereka yang setia. Kehidupan mereka yang tampak sempurna terguncang ketika Ruby (Donna Levkovski), sahabat Angel yang juga bekerja sebagai au pair untuk tetangga mereka, Rasmus (Lars Ranthe) dan Katarina (Danica Curcic), tiba-tiba menghilang tanpa jejak. Cecilie merasa bersalah karena sebelumnya menolak permintaan bantuan Ruby yang ingin meninggalkan rumah majikannya. Bersama Angel dan detektif Aicha (Sara Fanta Traore), Cecilie mulai menyelidiki hilangnya Ruby. Penyelidikan ini membuka tabir rahasia kelam di balik kehidupan mewah komunitas mereka, termasuk eksploitasi, kekerasan seksual, dan penyalahgunaan kekuasaan. Review Pribadi Berjudul asli Reservatet, mini series Netflix dari Denmark ini t...

Control Freak: Sang Motivator yang Tak Mampu Menolong Diri Sendiri

Sinopsis Control Freak Valerie "Val" Nguyen (diperankan oleh Kelly Marie Tran) adalah seorang pembicara motivasi sukses yang tengah mempersiapkan tur internasionalnya. Namun, di balik kesuksesannya, Val menyimpan rahasia: dorongan tak terkendali untuk menggaruk bagian belakang kepalanya. Dorongan ini semakin parah setelah kematian ibunya, Chi, dalam kecelakaan perahu saat Val masih kecil. Ketika Val membutuhkan akta kelahirannya untuk keperluan tur, ia terpaksa menghubungi kembali keluarganya yang telah lama terasing. Bibi Thuy mengarahkannya kepada ayahnya, Sang, seorang mantan tentara yang kini menjadi biksu. Hubungan mereka tegang karena trauma masa lalu, termasuk kematian Chi dan sejarah kecanduan Sang. Sang menceritakan kisah rakyat Vietnam tentang Sanshi, roh parasit yang mengendalikan inangnya hingga kehancuran. Val awalnya skeptis, namun setelah menemukan foto-foto lama ibunya dengan ruam misterius, ia mulai percaya bahwa kutukan itu nyata. Review Pribadi Hal pertama ...

Dendam Malam Kelam: Adaptasi Film The Body Versi Indonesia

Sinopsis Dendam Malam Kelam Jefri (Arya Saloka), seorang dosen yang tiba-tiba diangkat menjadi direktur di perusahaan milik keluarga istrinya, Sofia (Marissa Anita), diam-diam menjalin hubungan terlarang dengan mahasiswinya, Sarah (Davina Karamoy). Demi melanggengkan hubungan gelap mereka, Jefri dan Sarah merencanakan pembunuhan terhadap Sofia. Setelah Sofia tewas, keduanya menyusun alibi untuk menghindari kecurigaan. Namun, situasi berubah ketika jasad Sofia tiba-tiba menghilang dari kamar mayat sebelum proses autopsi. Penyidik kepolisian Arya Pradana (Bront Palarae) ditugaskan untuk menyelidiki kasus ini. Seiring penyelidikan berjalan, berbagai misteri mulai terungkap, dan hubungan Jefri dan Sarah mulai retak akibat rasa bersalah dan kecurigaan. Pertanyaan pun muncul: apakah Sofia benar-benar meninggal, ataukah ada kekuatan lain yang bermain? Review Pribadi Film ini merupakan remake dari film Spanyol berjudul The Body (El Cuerpo), karya sutradara dan penulis naskah brilian Oriol Paul...