Langsung ke konten utama

Tukar Takdir: Di Antara Sisa Reruntuhan dan Rasa Bersalah

Sinopsis Tukar Takdir Penerbangan Jakarta Airways 79 hilang kontak dan ketika ditemukan, Rawa (Nicholas Saputra) adalah satu-satunya penumpang yang selamat membawa pulang luka-luka dan trauma. Selain menjadi saksi dalam investigasi jatuhnya pesawat, Rawa juga menjadi penyambung duka maupun amarah putri tunggal dari pilot, Zahra (Adhisty Zara) dan istri penumpang yang bertukar tempat duduk dengannya, Dita (Marsha Timothy). Review Pribadi Reuni Mouly Surya bersama Nicholas Saputra dan Marsha Timothy akhirnya terwujud lewat Tukar Takdir. Kolaborasi ini menarik sejak awal, terlebih karena filmnya mengusung genre petaka yang jarang digarap dalam perfilman lokal. Premis ceritanya sederhana, namun di tangan Mouly Surya, eksekusinya terasa matang. Alur yang rapi dan pendekatan naratif yang tenang tetapi menghantam emosi penonton, membuat kisahnya hidup. Film ini menggarisbawahi satu pesan penting: setiap orang memiliki cara berbeda dalam menghadapi tragedi dan menerima kehilangan, sejalan deng...

Kuasa Gelap: Horor Religi Katolik Indonesia ala The Priests

 

Kuasa Gelap: Horor Religi Katolik Indonesia ala The Priests

Sinopsis Kuasa Gelap

Kuasa Gelap adalah film horor Indonesia yang dirilis pada 3 Oktober 2024, mengangkat tema eksorsisme dalam tradisi Katolik. Cerita berpusat pada Romo Thomas (Jerome Kurnia), yang mengalami krisis iman setelah kehilangan ibu dan adiknya dalam kecelakaan tragis. 

Saat berniat mengundurkan diri, ia diberi tugas terakhir untuk membantu Romo Rendra (Lukman Sardi) melakukan eksorsisme terhadap Kayla (Lea Ciarachel), sahabat mendiang adiknya, yang mengalami kerasukan setelah bermain jelangkung untuk memanggil arwah ayahnya. 

Selama proses eksorsisme, Romo Thomas dan Romo Rendra menghadapi iblis yang lebih kuat dari perkiraan mereka. Situasi semakin rumit ketika terungkap bahwa Maya (Astrid Tiar), ibu Kayla, menyimpan masa lalu kelam yang berkontribusi pada kerasukan tersebut. Iblis tidak hanya mengancam nyawa Kayla, tetapi juga Maya dan orang-orang di sekitar mereka.

Review Pribadi

Kuasa Gelap bisa dibilang salah satu horor religi Katolik pertama di Indonesia yang dieksekusi dengan cukup serius. Selama ini, horor lokal lebih sering bermain di ranah kejawen atau Islam, jadi film ini terasa fresh. Meski belum sempurna, setidaknya ada usaha buat menghadirkan eksorsisme Katolik yang cukup meyakinkan.

Begitu nonton, langsung teringat The Priests dengan sedikit nuansa The Nun di beberapa bagian. Apalagi ada sosok suster seram yang jadi pusat teror. Ini yang agak bikin mikir, kenapa hantunya suster? Karena The Nun juga suster? Atau memang ada alasan di baliknya? Sayangnya, film ini gak terlalu menjelaskan detail soal itu.

Di awal, alurnya terasa familier, seperti film eksorsisme pada umumnya. Tapi di sepertiga akhir, sutradara coba kasih sesuatu yang berbeda. Ada twist yang bikin cerita jadi lebih menarik, meski tetap ada beberapa lubang yang bikin penasaran.

Tapi, harus diakui, ini langkah yang menarik buat horor Indonesia. Ternyata iblis juga bisa muncul di luar konteks kejawen dan Islam, ya? Hahaha. Mungkin ke depannya, akan ada lebih banyak horor religi Katolik yang dieksekusi lebih matang.

Rating 6/10

Review by MakCar

Baca juga: Heretic: Debat, Teror, dan Ujian Iman

Follow akun Instagram Seenema.id untuk berbagai review film bagus lainnya!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sore: Istri dari Masa Depan, Kisah Cinta yang Menembus Batas Waktu

Sinopsis Sore: Istri dari Masa Depan Jonathan, seorang fotografer idealis asal Indonesia yang tinggal di Kroasia, hidup menyendiri dengan kebiasaan buruk—minum-minuman keras, merokok, dan sering begadang.  Suatu pagi, muncul seorang perempuan misterius bernama Sore, yang mengaku sebagai istrinya dari masa depan. Kehadirannya awalnya disambut dengan skeptis oleh Jonathan.  Sore datang dengan misi penting: menyelamatkan Jonathan dari masa depan buruk yang menantinya—disebut-sebut bahwa Jonathan bakal meninggal akibat serangan jantung.  Untuk mencegah hal itu, Sore perlahan membenahi gaya hidup Jonathan, mulai dari membuang alkohol dan rokok, mengatur pola tidur dan makanan, mengajak berolahraga (lari pagi). Sore pun menunjukkan pengorbanan fisik akibat perjalanan waktu: seperti mimisan hingga pingsan.  Ceritanya berkembang sebagai sebuah perjalanan emosional yang intens. Jonathan digiring untuk menghadapi realitas, tentang masa depan, pilihan hidup, dan cinta waktu. Re...

Tinggal Meninggal: Ketika Komedi, Kesepian, dan Luka Batin Bertemu di Satu Frame

  Sinopsis Tinggal Meninggal Gema adalah seorang pemuda canggung yang tak pernah benar-benar diperhatikan di kantornya. Namun, semua berubah ketika ayahnya meninggal dunia. Ucapan belasungkawa dan perhatian dari rekan-rekan kerjanya membuat Gema merasakan kehangatan yang selama ini asing baginya. Namun, perhatian itu hanya sebentar-begitu masa duka lewat, suasana kembali dingin seperti semula. Merasa hampa, Gema mulai memikirkan cara untuk kembali menjadi pusat perhatian. Dalam keputusasaan, ia mengambil jalan pintas dengan merangkai kebohongan demi kebohongan, seolah ada orang-orang terdekatnya yang kembali meninggal. Apa yang awalnya hanya akal-akalan kecil, perlahan berubah menjadi lingkaran masalah yang tak terduga, membawa Gema ke dalam situasi kacau yang semakin sulit dikendalikan. Review Pribadi 1,5 bulan sebelum rilis, DaengMin berkesempatan menyaksikan TingNing Comedy Show—yang merupakan bagian dari rangkaian promosi filmnya—hingga akhirnya hari ini filmnya resmi tayang. R...

Tukar Takdir: Di Antara Sisa Reruntuhan dan Rasa Bersalah

Sinopsis Tukar Takdir Penerbangan Jakarta Airways 79 hilang kontak dan ketika ditemukan, Rawa (Nicholas Saputra) adalah satu-satunya penumpang yang selamat membawa pulang luka-luka dan trauma. Selain menjadi saksi dalam investigasi jatuhnya pesawat, Rawa juga menjadi penyambung duka maupun amarah putri tunggal dari pilot, Zahra (Adhisty Zara) dan istri penumpang yang bertukar tempat duduk dengannya, Dita (Marsha Timothy). Review Pribadi Reuni Mouly Surya bersama Nicholas Saputra dan Marsha Timothy akhirnya terwujud lewat Tukar Takdir. Kolaborasi ini menarik sejak awal, terlebih karena filmnya mengusung genre petaka yang jarang digarap dalam perfilman lokal. Premis ceritanya sederhana, namun di tangan Mouly Surya, eksekusinya terasa matang. Alur yang rapi dan pendekatan naratif yang tenang tetapi menghantam emosi penonton, membuat kisahnya hidup. Film ini menggarisbawahi satu pesan penting: setiap orang memiliki cara berbeda dalam menghadapi tragedi dan menerima kehilangan, sejalan deng...